Pedoman Kota Pesisir

  • 0
Latar Belakang

Kawasan  Kot Pesisir  merupakan  kawasan  yang  lebih  potensial  dikembangkan  dibandingkan jenis waterfront city lain (kota tepi sungai, kota tepi danau). Potensi aksesibilitas yang tinggi pada kawasan pesisir mengakibatkan  kota  pesisir  memiliki kecenderungan lebih  cepat  berkembang  baik  secara  demografis maupun  secara  ekonomis  daripada  kota-kota  di wilayah  lain.Sebagai  tempat  bertemunya  pendatang  dari berbagai daerah, kota pesisir menjadi mosaik sosial dan budaya. Ekosistem yang paling beragam, rumit dan produktif  sebagian  besar  terletak  di  kawasan  ini.  Kawasan  yang  secara  keseluruhan menumbuhkan  dan menjaga keunikan sosial, budaya dan ekologi. Fakta menunjukkan, sekitar 60% dari populasi dunia berdiam di  kawasan  selebar  60  km  dari  pantai  dan diperkirakan  akan meningkat menjadi  75%  pada  tahun  2025. Disamping itu tercatat 23 megapolitan di dunia dimana 16 diantaranya terletak di kawasan pesisir.

Makin  pesatnya  pembangunan  baik  untuk  kepentingan  pelabuhan,  industri/perdagangan,  pariwisata, permukiman maupun perdagangan yang dilaksanakan di sekitar pantai maka penataan wilayah perkotaan di sekitar  pantai  (dikenal  dengan Waterfront  City) mutlak  diperlukan.  Dewasa  ini  banyak  kota  pesisir  yang perkembangannya  sangat  pesat,  jauh  melebihi  daya  dukung  fasilitas  dan  utilitas  kota.  Banyak  sungai menjadi  tercemar karena meningkatnya kegiatan  industri  yang  tidak memperhatikan peraturan  lingkungan, misalnya adanya pembuangan sampah atau limbah industri ke sungai.

Untuk mengembalikan fungsi strategis kota pesisir maka perlu disusun penataan ruang kota pesisir dengan pendekatan perencanaan yang dinamis, serta pendekatan pembangunan yang melibatkan peran serta aktif swasta  dan  masyarakat.  Hal  ini  untuk  mengantisipasi  adanya  berbagai  kepentingan  yang  berbeda  dan rawan menimbulkan konflik antar kepentingan (antar institusi, antar kepentingan komersial, sosial, koservasi, kepentingan publik & individu atau kelompok). 

Isi
•  Identifikasi peraturan perundangan yang terkait dengan konsep pengembangan kota pesisir;
•  Menelaah aspek-aspek pokok pengembangan, karakteristik spesifik, potensi & permasalahannya
•  Menganalisis konsep pengembangan :
–  Konsep pengembangan kota pesisir
–  Kedudukan & fungsi kota pesisir
–  Karakteristik spesifik kota pesisir
–  Permasalahan spesifik kota pesisir
–  Kajian potensi pengembangan
•  Penyusunan pedoman penataan kota pesisir :
–  Konsep pengembangan kota pesisir
–  Struktur pengembangan kota pesisir
–  Strategi pengembangan kota pesisir

Link Download
Cover - Bab III
Bab IV - Bab V
Bab VI - Bab VII

No comments:

Post a Comment