Ultra-FD

  • 0
Flash Disk, biasa ditulis FD, dibaca ef-di, ditelan jangan sampai, karena itu akan mengganggu pencernaanmu yang berharga yang mungkin telah penuh dengan jutaan sampah sejenis. Maka bersukurlah makhluk yang tidak punya lambung pada kondisi ini, ingat pada kondisi ini saja!.

Kembali ke papan batu tulis hitam, kali ini akan dikisahkan mengenai sebuah cerita fiksi (beberapa mengandung unsur-unsur cerita yang dapat dikatakan sebagai fakta) mengenai kisah sebuah FD. Berhubung karena cerita ini fiksi, maka apabila anda menemukan kesamaan nama barang (agaknya ini sudah pasti akan terjadi mengingat barangnya memang bernama FD, karena bila bernama motor, jelas itu bukan bagian dari cerita ini, lagipula sampai saat ini penulis sendiri belum mempunyai motor #curhat), kesamaan nama tempat, nama orang, nama jalan, nama bapak, nama ibu....itu artinya kita saudara kandung dodol!

FD ini diperkirakan berasal dari zaman dimana ada sebuah bangunan di pusat kota Makassar yang bernama MTC yang mana bangunan tersebut merupakan bangunan yang memperjual-belikan barang-barang abad 21 yang super canggih dan futuristik (mohon dimaklumi apabila ada disorientasi pemahaman disini, berhubung penulisnya diperkirakan berasal dari abad ke-4 SM).

FD ini kemudian dibeli oleh seorang anak manusia (emangnya ada anak kingkong yang beli FD? ngapain???) dan kemudian dia berikhtiar akan menjaganya dengan baik dengan segenap jiwa dan raga bahkan kalau perlu dia meminjam jiwa dan raga teman-temannya demi mempertahankan eksistensi FD tersebut.

Sebagian orang mengatakan bahwa antara pemilik dan barang miliknya kadang-kadang muncul ikatan emosional atawa chemistry (dalam hal ini tidak diikuti dengan proses PDKT, penembakan, pacaran dan menikah karena hal itu dilarang oleh agama). Ikatan emosional inilah yang pada akhirnya membawa si FD tersebut berada dalam jurang kehancuran. Kenapa bisa? Sudahlah jangan kau banyak bertanya, cukup diam dan lanjutkan membaca. Karena ikatan inilah yang menyebabkan antara si FD dan sang pemilik FD tidak bisa dipisahkan. Padalah menurut bisik-bisik tetangga yang kini mulai terdengar selalu (dangdut maniak detected!), FD ini telah menempuh bahaya yang sedemikian rupa besarnya sampai-sampai bila dilukiskan dengan kata-kata sungguh tidak ada seorang yang akan mampu melukiskannya (jelas karena kata-kata ditulis bukan dilukis sodara-sodara).

Rupa-rupanya setelah setelah dikorek informasi dari si empunya FD didapat bahwa FD ini sudah pernah mengalami serangkaian kejadian yang benar-benar sulit diterima nalar manusia normal (berhubung karena manusia abnormal tidak akan membuang-buang waktunya untuk memikirkan hal seperti ini) yaitu pernah mengalami penculikan oleh alien (?) selama kurang lebih 3 bulan (believe it or not), terinjak sebanyak 2 kali (khusus untuk kejadian ini, sekarang kondisi FD tsb diketahui telah dilapisi selotip demi mengembalikan bentuk tubuh idelanya seperti semula), tenggelam kedalam kloset (untung klosetnya tidak dalam keadaan sedang terpakai), jatuh di jalan beberapa kali (gara-gara disimpan dalam kantong celana yang bolong) dan masih ada beberapa kejadian lain yang mungkin bila dikorek lebih dalam lagi dikhawatirkan akan menimbulkan trauma yang mendalam bagi si FD (FD juga manusia bung). Namun anehnya, walaupun semua hal tersebut pernah dilaluinya dengan sukses, FD tersebut tetap tidak pernah lepas dari genggaman sang pemilik FD. Mungkin inilah seperti yang dikatakan di awal tadi, tercipta chemistry yang kuat antara mereka berdua walaupun tanpa menggunakan lem alteco .

Maka dari itu, setelah dilihat, diraba, diterawang maka FD tersebut layak mendapat predikat sebagai ultra-FD (saingan sama ultraman) dan ditahbiskan sebagai FD tersetia di dunia dan akan diusulkan untuk masuk MURI (Museum Rekor Itu, red).

Sekian dan Terima Kasih.

NB : setelah dicermati, tenyata antara penulis dan tokoh pemilik FD dalam cerita ini terdapat kesamaan, yaitu sama-sama makan nasi..

Pesan moral : jagalah FD, jangan kau nodai,, jagalah FD cahaya hidup ini,,,

No comments:

Post a Comment