Renungan Malam #3

  • 0
Untuk ketiga kalinya saya memposting renungan malam. Kenapa harus bertajuk "malam"? Kau  pasti bertanya, mudah-mudahan. Kalaupun kau tidak bertanya, itu bukan urusan saya.

Sebenarnya ada apa di malam hari? Apakah ide brilian selalu muncul dimalam hari? Kenapa wahyu pertama turun di malam hari? Kenapa batman keluarnya malam hari? Kenapa air di kosan hanya deras dimalam hari?? Kenapaaa??? Pertanyaan-pertanyaan sejenis itu pasti selalu berkecamuk dihatimu. Karenanya, sudahilah kegelisahanmu itu. Kali ini saya akan terangkan secara perlahan-lahan hingga otak neo-cortexmu itu dapat merespon sempurna segala paparan yang saya berikan.

Sendiri, sendiri ku diam, diam dan merenung..
Jadi, kenapa harus malam? Bagi saya, dikarenakan siang saya berada di kampus atau dimana saja, sehingga membuat saya sulit untuk merenung. Kecuali kondisinya mungkin ketika dalam bilik termenung. Tapi itu tidak akan dihitung sebagai kegiatan merenung. Karena tidak akan ada sintesa yang tercipta dari aktivitas itu. Bagi saya sih. Semoga kau pun mengamininya. Karena kalau tidak, apalah saya ini tanpamu? tsaaah...

Ya sudah. Itulah penjelasan yang melatarbelakangi renungan saya malam ini. Rasanya sangat tidak bermanfaat ya? Itu menurutmu, karena menurutku pun demikian. Eh...

No comments:

Post a Comment