Kabal terbang yang sejenak berhasil membuat semua cemas

  • 0
Hari  ini kita terbang lagi. Terbang menuju tanah perantauan di pulau terpadat di Indonesia bahkan di dunia. Saya pun salah satu dari sekian juta orang yang mengisinya, memenuhinya hingga jengkal lahan terakhir. Memilih pesawat terbang sebagai alat untuk mencapainya merupakan sebuah pilihan yang paling logis, dikarenakan takdir telah menentukan kita untuk menjadi seorang manusia yang mudah kena mabuk laut. Ibarat pepatah, gelombang laut itu bila kecil menjadi sahabat, bila besar menjadi lawan. Pepatah itu benar-benar berlaku bagi saya. Oleh karena itu, naik pesawat bukan merupakan sebuah pilihan, tapi sebuah keharusan.
Tapi dengan memilih pesawat, tidak serta merta perjalananmu menjadi aman dan tentram. Itu semua masih harus bergantung pada jenis maskapai serta om pilot yang mengemudikannya. Olehnya jangan keburu senang dulu kalau kamu bisa naik pesawat. Justru seluruh nyawa dan masa depanmu sedang dipertaruhkan eksistensinya. Seperti hari ini. Mungkin kalau ada semacam ustadz yang bisa membimbing para penumpang untuk berdoa untuk keselamatan secara berjamaah, niscaya semua akan melakukannya dengan rela ikhlas. Mungkin kamu salah satu penumpang tadi itu?

No comments:

Post a Comment