Night Rider 2.0

  • 0
Konsekuensi logis dari hidup di kota dengan rasio jumlah armada angkutan umum yang tidak sebanding dengan jumlah permintaan plus rute yang membingungkan adalah adanya sebuah keharusan (baca:keterpaksaan) untuk memiliki kendaraan pribadi sebagai sarana mobilitas. Bagaimana tidak, dengan kebutuhan tinggi untuk men-survei berbagai tempat di sekujur kota malah semakin mempersulit diri bila hanya bergantung pada sarana angkutan kota. Dijamin menyesal.

Untuk itulah, hari ini saya bermusyawarah mufakat dengan saldo ATM agar mau bersedia berkorban, merelakan sebagian besar isinya untuk dibarter dengan sebuah motor bekas pabrikan china. Jangan tanya kenapa saya beli motor china, bekas lagi. Kamu pasti berpikir karena harganya murah. Itu salah! Yang benar adalah saya tertipu, sebab keterangannya menyebutkan bahwa motor ini motor Supra. Setelah saya baca ulang secara seksama, ternyata narasinya terbaca "motor MODEL Supra". OMG! What a tricky word.

Tapi mau diapa, nasi telah menjadi bubur, dan bubur telah masuk ke perut, dan perut telah mencernanya menjadi energi. Demi kemaslahatan umat, saya ikhlas. Semoga kita sama-sama mengerti. Darah itu merah jenderal!

No comments:

Post a Comment