20 km/jam

  • 0
Akhirnya basah kuyup juga..

Sungguh sebuah kejadian yang sangat menyayat hati. Memang sih, pas bersiap pulang dari kampus, sudah saya lihat kumulunimbus semakin menghitam di langit. Mau diapa, sudah kepalang tanggung. Tangan sudah berada di setang motor. Lagipula sudah saya kalkulasikan waktu perjalananku paling cuma 1 menit ke rumah.

jarak kampus ke kosan (kondisi normal)

Seperti inilah perhitungannya:
s= 0,91 km dan,
v=50 km/jam (kecepatan toleransi mesin motor saat berpacu dengan ancaman hujan)
jadi, dengan formula t=s/v, maka waktu tempuh dengan kecepatan konstan adalah 1,09 menit.

Sungguh rumus yang brilian..! kalau begini, kosan bisa ditempuh dalam kuranglebih 1 menit. Bolehlah, pasti masih sempat sampe di kosan dalam keadaan kering. Seperti itulah hipotesis yang ada di otakku sewaktu mulai memacu motor.

Dan hujan mulai perlahan turun... dan motor berpacu mengejar waktu..
Dan ternyata baru separuh perjalanan. Terlihat dari kejauhan. Ooh.. saya lupa 1 variabel, yaitu:

dafuq!

Omaigat.. ada penutupan jalan..!
Sungguh kejadian yang sangat tidak diduga-duga pemirsa. Tiba-tiba palang tersebut muncul secara ajaib dan menutup badan jalan, sehingga tak menyisakan celah sedikitpun untuk dapat dilalui. Dafuq!

Mau tak mau harus mau karena tau mau artinya mau, rute pun berubah..

ini cocok masuk kejadian luar biasa

Dan akhirnya perhitungan ideal yang telah dilakukan gagal total. Jarak tempuh berubah menjadi 1,24 km. Dan karena harus melewati lorong, motorpun tak bisa dipacu mengikuti kondisi normal. Malah yang ada kecepatan turun menjadi 20 km/jam. Kalau ada yang mau disalahkan, salahkanlah polisi tidur yang jumlahnya mencengangkan itu.

Dan akhirnya motorpun hanya bisa pasrah mengikuti takdirnya.. Dan saya yang berada di atasnya hanya bisa menyerahkan segalanya pada Tuhan..

legaaaaa aku
Hiks :'(

No comments:

Post a Comment