Tahun Baru menurut Konvensi Sosial

  • 0
Manusia adalah makhluk yang aneh. Suka merayakan segala hal. Suka membuat momen-momen tertentu dan kemudian diperingati berulang-ulang. Dari hari lahir sampai malam kematian. Mayat yang sudah 1000 malampun masih dibuatkan acara peringatan. Entah bagaimana menghitungnya seniat dan secermat itu.

Sebenarnya tidak ada masalah dengan itu semua. Itu membuktikan bahwa kita manusia yang manusiawi.

Pada dasarnya waktu itu sendiri tidaklah absolut.  Kita hanya berpatokan pada suatu benda yang bergerak dari satu titik ke titik lain dalam ruang untuk merumuskan konsep waktu. Coba kalau dunia ini hanyalah ruang kosong berwarna putih, tentu waktu tidak akan tercipta.

Karena ukuran waktu tidaklah absolut, maka pada momen seperti perayaan tahun baru, kita merumuskan dan bermufakat bahwa yang disebut waktu 1 tahun masehi itu adalah lama revolusi bumi terhadap matahari, dimana revolusi bumi tersebut membutuhkan waktu 365 hari, 5 jam, 48 menit dan 45,1814 detik.

Namun biar simpel, maka dalam kalender Gregorian yang kita anut sekarang membulatkan 1 tahun (hitunganya pake non kabisat karena ini tahun 2014) itu sama dengan 365 hari atau berarti bahwa 1 tahun=8760 jam. Padahal semestinya hitungan bila menilik periode revolusi bumi maka yang tepat adalah 1 tahun = 8765 jam 48 menit 46 detik.

Hal inilah yang sebenarnya membuat aktivitas perayaan tahun baru tepat jam 12 malam jadi agak ambigu dan rancu.

Namun karena 1 tahun=365 hari atau 366 hari di tahun kabisat telah menjadi semacam konvensi sosial tak tertulis yang disetujui seluruh umat manusia normal, akhirnya mau tidak mau semua manusia yang baru datang ke alam dunia, masih di alam rahim, maupun sedang di alam roh harus wajib mematuhinya, kecuali bagi yang tidak mau dibilang normal.

Oleh karena saya ingin dianggap normal, maka dari itu itu saya pun mematuhinya.

ahoi 2014!

welcome to da party!

Terlepas dari itu semua, sisi baiknya adalah kita tinggal di Bumi. Coba kalau kita lahir di Uranus, mungkin kita merayakan pergantian tahun setiap 84 tahun sekali (menurut waktu bumi). Mungkin hanya sedikit orang yang bisa peringati tahun baru 2 kali dalam hidupnya. Oleh karena itu, kita patut syukuri keberuntungan itu.

NB: Sebenarnya yang lebih tepat merayakan tahun baru adalah bumi itu sendiri, bukan manusia di dalamnya. Karena kita hanya numpang hinggap di atasnya dan ikut dalam aktivitas perputarannya.

No comments:

Post a Comment