Tjeritera Remadja - Seri 1

  • 0

Risma Djoega Maoe Masoek Soerga

Pembatja jang boediman. Ini ada tjeritera tentang seorang anak. Dia poenja nama Risma. Risma ini anak perempoean jang lintjah. Semoea orang senang liat dia poenja tingkah lakoe.

Tjeritanja, hari ini dia moelai masoek sekolah. Dia poenja sekolah namanja Sekolah Menengah Pertama 1 Soerabaja. Dia poenja hati senang sekali waktoe pertama masoek di dalam itoe kelas. Kelasnja bersih, indah sekali.

Iboe wali kelas jang pertama masoek di kelas. Beliaoe beloem mengajar hari ini. Dia poenja maksoed soepaja moerid-moerid saling kenal-mengenal doeloe.

Karena beloem beladjar, Iboe wali kelas moelai bertanja sama moerid satoe-satoe apa mereka poenja tjita-tjita. Amboi, soenggoeh ramainja anak-anak bereboet oentoek angkat tangan. Risma djoega ikoet angkat dia poenja tangan tinggi-tinggi.

Satoe-satoe moerid di tanja sama iboe wali kelas. Amboi, banjak dari mereka jang maoe djadi dokter, tentara ataoe insinjoer. Ada djoega jang maoe djadi presiden. Katanja enak djadi presiden, soepaja bisa dia soeroeh-soeroeh orang. Moengkin karena dia sering lihat itu lakoe di televisi.

Sampai digiliran Risma. Dia poenja tjita-tjita maoe djadi dokter. Katanja, dia maoe bantoe orang soepaja sehat. Risma ditanja iboe wali kelas, kenapa maoe djadi dokter, kenapa tidak jadi presiden sadja? Dia kasitaoe iboe wali kelas, dia takoet djadi presiden, nanti soesah masoek soerga. Soalnja soesah oeroes banjak orang, berat dia poenya tanggoeng djawab.

Setelah bilang begitoe, Iboe wali kelas kaget djoega dengar dia poenja djawaban. Moengkin karena dia tidak sangka dengar djawaban seperti itoe. Iboe wali kelas pikir, sepertinja Risma salah mengerti.

Achirnja Risma dikasitaoe sama iboe wali kelas kalaoe orang djadi Presiden tetap bisa masoek soerga. Sebabnja, masoek tidaknja orang di soerga itoe perkara Toehan poenja oeroesan. Manoesia tjoema bisa beroesaha sebaik-baiknja djadi orang jang baik dan benar. Toehan tidak boeta dan toeli.

Setelah dikasitahoe seperti itoe, Risma achirnja mengerti. Sekarang, dia poenja tjita-tjita maoe djadi dokter sekaligoes djadi presiden. Dia maoe djadi orang jang bisa poenja banjak goena di masjarakat. Sekian (*)

NB: Penulisnja lagi galaoe pikir dia poenya tesis, achirnja dia bikin tjerita seperti ini.

No comments:

Post a Comment