Mengapa Harus Geng Motor

  • 0
Geng motor bengis tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam kehidupan warga Makassar. Kemunculannya memang tidak diprediksi, tiba-tiba muncul langsung beringas. Seperti Ebola. Kalau kau ingin tahu seperti apa analoginya.

Orang-orang mengutuk, menyumpah serapah. Bagaimana tidak, banyak tali silaturahmi yang terindikasi retak cuma karena seorang teman takut menjemput temannya di Pelabuhan yang tiba tengah malam. Atau dalam kasus lain, seorang teman yang takut mengajak temannya keliling-keliling kota Makassar. Sebabnya kau tahu kan, Makassar itu baru enak dinikmati pada waktu malam. Kalau siang, naudzubile teriknya. Atau dalam kasus lain, seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi sampai bedagang dan kemudian merasakan lapar tengah malam yang munculnya tiba-tiba itu, terpaksa harus menelan ludah dan membiarkan lambungnya memprodukasi asam lambung berlebih cuma karena takut pergi beli nasi goreng atau lalapan yang tidak membuka jasa layanan pesan-antar.

Bajingan.

No comments:

Post a Comment