Susahnya nonton film

  • 0
Bagi saya, pengakuan terhadap kualitas sebuah film terlihat dari seberapa lama film itu tersimpan sebagai file di komputer. Sudah lumayan banyak film yang telah hilir mudik mengisi slot memori harddisk. Sebagian langsung dihapus begitu selesai dinonton, sebagian disimpan hingga ada film baru masuk (biar kelihatan kolektor film), sebagian ada yang belum dinonton tapi langsung dihapus (biasa karena kena sortir setelah kopi massal dari orang), tapi ada beberapa yang memang tidak diniatkan untuk dihapus hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Kategori terkahir inilah terwakili pada film Last Year in Mariebad, yang saya dapuk (dapuk ini semacam kata hantu: banyak dipakai tapi tidak ada di KBBI) sendiri sebagai film yang tidak boleh dihapus. Pada tahap inilah masalah kemudian terjadi. Masalah pertama adalah saya malas nonton film ini. Pangkalnya karena saya sendiri tidak tahu ini sebenarnya film apa. Coba kamu baca review di internet, pusing yang ada. Masalah kedua adalah walaupun absurd, film ini punya daya magis yang bisa menahan saya untuk tidak menekan tombol delete padanya. Jangan tanya saya kenapa. Logika misteri memang bekerja seperti itu.

Karena dilema seperti inilah, maka pada akhirnya saya menetapkan nazar bahwa: saya tidak akan nonton film ini hingga dapat teman nonton yang se-visi. Kenapa begitu? Karena teman nonton ini nantinya berfungsi menahan saya untuk tidak mengklik tompol Stop sebelum film ini selesai. Masalahnya, teman nonton inilah yang belum saya dapat hingga saat ini. Susah dicari. Saya sudah coba nonton dengan seorang teman, sebut saja Haji Taufik, tapi ia tidak sanggup melanjutkan nonton di menit ke 5!. Haleluyah.

Sepertinya pencarian orang yang tepat masih akan memakan waktu yang panjang. Syeediihh...

No comments:

Post a Comment