Ada Si Komo di Makassar

  • 3
Kota Makassar sudah menjadi salah satu kota termacet di Indonesia. Semua orang tiba-tiba menjadi ahli transportasi. Dari tukang becak, ibu-ibu penjual nasi, ibu-ibu di arisan, mas-mas penjual bakso, dkk tiba-tiba bisa menganalisis penyebab kemacetan di Makassar.

Berbagai macam solusi mulai dari solusi masuk akal sampai solusi tidak masuk akal telah dilakukan oleh Pemerintah Kota. Namun apa daya, sampai sekarang solusi-solusi yang 'katanya' bisa menjadikan Kota Makassar bebas macet itu tidak kelihatan batang hidungnya. Proyek mewujudkan transportasi massal yang sudah jalanpun tiba-tiba 'macet' di tengah jalan dan ajaib, tiba-tiba muncul lagi solusi baru. Ketidakkonsistensian inilah yang kemudian berimbas pada semakin berlarut-larutnya kemacetan di kota ini.  


Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Permukiman (UN Center for  Human Settlement) telah mengeluarkan delapan indikator kota  berkelanjutan (sustainable city) terkait dengan sektor  transportasi, yaitu :
1. penurunan penggunaan mobil per kapita,
2. peningkatan  perjalanan dengan jalan kaki dan sepeda,
3. penurunan jumlah pelaju (commuter)  dari dan ke tempat kerja,
4. peningkatan kecepatan waktu perjalanan,  
5. peningkatan pelayanan perjalanan terhadap jalan yang ada,
6. peningkatan cost recovery perjalanan,
7. penurunan ruang parkir per 1.000 pekerja di pusat bisnis,
8. peningkatan jalur sepeda.

Apakah ada yang sudah berhasil dicapai kota ini dari poin 1 sampai poin 8? Rasanya-rasanya masih jauh panggang dari api.

3 comments:

  1. Makassar nilainya -10


    tapi untuk raha:
    1. penurunan penggunaan mobil per kapita,=jarang mobil
    2. peningkatan perjalanan dengan jalan kaki dan sepeda=jalan kaki semua orang
    3. penurunan jumlah pelaju (commuter) dari dan ke tempat kerja=ndak ada lah...mobil motor saja kurang
    4. peningkatan kecepatan waktu perjalanan=so pasti...krn ndak ada macet
    5. peningkatan pelayanan perjalanan terhadap jalan yang ada= ini kurang...krn jelek jalanannya
    6. peningkatan cost recovery perjalanan=ndak menger
    7. penurunan ruang parkir per 1.000 pekerja di pusat bisnis=ndak ada masalah parkir
    8. peningkatan jalur sepeda=ndak ada yg suka pake sepeda, mahal

    jadi overall...raha +10 :D

    ReplyDelete
  2. LOL!!
    kalau saya tau begini, sya pindah dari indonesia ke raha saja.. :D

    ReplyDelete