Rutinitas

  • 0
Maunya buat tantangan menulis 30 hari menulis surat terbuka begitu. Tiap di jalan selalu kepikiran satu ide tulisan. Masalahnya adalah sampai di rumah ide tersebut menguap. Yang tersisa hanya maunya. Yang tersisa setelah itu adalah kembali ke awal paragraf.

Beberapa bulan ini setelah sibuk, saya makin jarang nonton TV, main twitter, blog walking, baca buku apalagi. Rutinitas kerja telah menelan itu semua. Menelan semangat, menelan kreativitas, menelan rasionalitas. Memang racun.

Berbahagialah mahasiswa dan orang-orang di penjara. Punya banyak waktu untuk kontemplasi.

NB: Saya kayak sibuk sekali. Padahal cuma rasa malas dan kuota mahal yang buat saya jadi begini.

Heboh Fildan

  • 0
Malam ini yang ada hanyalah hujan. Ada juga suara tetangga lamat-lamat terdengar. Entah apa yang dibicaarkan. Malam ini seharusnya ada suara fildan dari loundspeaker yang saya tak tahu dari mana arah sumber suaranya. Yang pasti suara itu terputar dari atas bukit. Jadi bisa terdengar oleh orang-orang yang telinganya masih normal di bawah sini. Tapi malam ini rupanya pemiliknya lagi istrahat. Entah karena cuaca atau rusak. Mudah-mudahan sih rusak. Bukan karena sudah muak, tapi lebih karena kami juga punya koleksi yang sama dengan anda wahai bapak pemutar-lagu-fildan-sampai-tengah-malam. Jadi tidak perlu diputar keras-keras. Kami juga kalau mau bisa seperti bapak. Tapi nyata kan tidak. Kami lebih suka dengar lagu Fildan dengan volume normal. Bapak saja yang heboh. Nyantai aja keles, pak.



Gerakan Omong Kosong


Teman-teman fesbuk ada yang mengkampanyekan gerakan literasi. Baru sekarang di tahun 2017 ini. Harusnya gerakan begini mati saja. Tidak ada gunanya menulis-menulis. Orang-orang tambah bangsat. Orang di fesbuk bangsat. Orang di twitter bangsat. Semua jadi jago agama. Mengucap halal haram semudah makan mandi dan tidur. Semua jadi moralis. Paling gampang menunjuk-nunjuk orang salah ini salah itu. Padahal belajar cuma dari video yutub yang naudzubillah kayak dia saja yang paling benar sendiri. Sudah lupakah dengan pepatah saat satu jari telunjuk diarahkan pada orang lain, maka empat jari lainnya mengarah pada diri kita sendiri?.

Bulan-bulan penuh kesabaran

  • 0
Tunggu

Menunggu

dalam bulan-bulan penuh kesabaran

Dialog imajiner dengan inner me

  • 0
X : Saya malas. Maumi diapa?

Y : Pemikiran seperti itu tidak baik

X : Saya malas. Maumi diapa?

Y : Nenek moyangmu kalau begitu