Sebuah Keprihatinan (Cobalah Mengerti)

  • 0
1) Saya rasa, saya dan kamu minimal satu kali dalam hidupmu yang masih berlangsung ini pernah mengalami yang namanya terjebak kemacetan. Kalau kau merasa bahwa peryataan saya tidak tepat, ada baiknya besok kau mulai berhenti berjalan kaki melewati halaman rumah tetanggamu. Cobalah untuk belajar mengendarai motor. Walaupun saya tidak sarankan kau belajar dengan kemudian serta merta membeli motor baru. Kasian gaji bapakmu.

2) Kita hidup di zaman mesin. Kau seperti sudah bersaudara kandung dengan motor, bahkan mungkin lebih erat ikatan persaudaraanmu itu dibanding dengan saudara kandungmu yang berwujud manusia. Cobalah kau lihat, kemana-mana selalu bersama motor. Hampir tidak pernah kau luangkan waktu untuk keluargamu. Itu memang maumu. Alasannya kau ingin manjadi anak gaul. Terserahlah.

3) Saya rasa hidupmu terlalu enak. Kau dimanjakan oleh Subsidi BBM dan kredit murah motor. Lihat saja, saban hari tidak kenal waktu, pagi-siang-sore-malam-tengahmalam-subuh kau selalu diatas roda besimu. Tanpa kau peduli. Toh harga bensin murah. Toh kredit motor ringan. Tidak ada yang aneh dengan pembelaanmu dan tidak akan ada yang berniat menghakimimu.

Cobalah mengerti...

No comments:

Post a Comment