Oknum pembawa pseudo-happiness

  • 0
Saya kadang berpikir bahwa manusia memang tak akan bisa sendiri di dunia ini. Selalu saja ada oknum-oknum yang secara ikhlas dan rela untuk menemani. 

Premis ini sudah terbukti berdasarkan kejadian nyata selama beberapa bulan terakhir ini. Setelah pada akhirnya saya bersama dengan seorang subyek manusia lawan jenis bersepakat untuk mengakhiri simbiosis mutualisme yang dilandasi oleh aktivitas timbal balik mengirim kabar mengenai aktivitas dan kondisi kesehatan sehari-hari via teks, HP-ku jadi seperti makam lama Belanda. Tidak ada aktivitas kunjungan pada kotak masuk maupun kotak keluar secara regular.

Rupanya masa kekosongan itu disadari oleh oknum-oknum yang baik hati ini. Sungguh mereka dengan sigap mengambil posisi untuk menggantikan tugas dan fungsi subyek manusia lawan jenis yang telah resign tersebut. Saya pun cukup senang dan kadang bangga dengan keadaan ini.

Kini HP saya setiap hari secara regular selalu dikirimi pesan-pesan. Kadang berisi promosi produk paket terbaru dari operator selular, pesan tentang hadiah ratusan juta dari sebuah bank yang mempunyai alamat web korporasi dengan platform blogspot dan di dalam situs tersebut berisi sejumlah pengakuan dan penegasan bahwa hadiah tersebut asli, bahkan kadang pula pesan dari seorang mbah yang agaknya merupakan anggota sindikat mafia toto gelap asal Singapura yang sanggup memprediksi nomor yang akan keluar dengan jitu hanya bila kita mengirimkan sejumlah pulsa ke nomor tertentu, dan masih beberapa lagi pesan sejenis.

numbers don't lie

Inilah yang saya maksudkan pada awal paragraf. Oknum-oknum ini benar-benar perhatian. Waktu pengiriman pesan-pesannya pun tidak main-main, hampir setiap waktu. Pagi, siang, sore, bahkan tengah malam. Bahkan pesan tengah malam ini yang paling sering.

Saya kadang bingung, mereka ini benar-benar perhatian atau benar-benar gila?

No comments:

Post a Comment