Album Koleksi Terbaik 2014

  • 0
Tahun 2015 sudah terbuka. Selayaknya blog-blog lain, penyusunan kaleidoskop tahun 2014 adalah sebuah agenda rutin yang mafhum dilakukan. Beragam kaleidoksop bermuculan, salah satunya album musik terbaik tahun 2014. Saya, sebagai seorang yang mengklaim dirinya sebagai blogger pun akhirnya tergerak hatinya untuk turut hanyut dalam aktivitas -sia-sia- semacam ini.

Sehubungan dengan album musik terbaik, kamu pasti sudah muak dengan rentetan list-list album apa yang dianggap terbaik oleh setiap blogger. Tentunya itu semua hanyalah penilaian subjektif, karena kita tahu bahwa musik itu tidak bisa di-judge bagus atau tidaknya. Setiap musik itu sudah unik sejak lahir, ia mempunyai keindahan yang sublim dan tersembunyi. Kalau pada akhirnya kau tidak bisa mencerna musiknya, hargailah daya cipta, rasa dan karsa penggubahnya.

Tapi bukan hal semacam itu yang akan dibahas di tulisan ini. Deretan album keluaran 2014 terbaik biarlah itu menjadi urusan orang lain, urusan orang-orang yang 'tahu' musik. Disini yang ada hanyalah list album yang saya koleksi selama tahun 2014. Maksudnya bahwa tidak semua lagu akan saya koleksi dengan sukarela kalau itu tidak mempunyai suatu alasan yang kuat. Berhubung saya biasanya cuma mengkoleksi satu atau dua lagu saja dari seorang artis. Terpujilah wahai pemilik situs-situs penyedia downloadan lagu gratis di internet.

Jadi list album yang akan saya tuliskan ini tidak berdasar tahun rlis resminya yaitu tahun 2014, tapi semata album yang baru saya koleksi di tahun 2014. Dan ingat, saya cuma koleksi yang terbaik!

1. BRNDLS - DGNR8 (2011)
Saya pertama tahu The Brandals dengan Lingkar Labirinnya pada tahun 2004 yaitu saat MTV Indonesia mendaulat band ini sebagai Artist of the Month untuk bulan Februari. Sejak itu, band ini masuk dalam radar downloadan. Setidaknya album pertama mereka berhasil saya koleksi. Setelah itu, beberapa tahun kemudian, tidak sengaja saya baca artikel yang menuliskan bahwa album DGNR8 tampil beda dengan album sebelumnya. Tapi karena dulu saya masih acuh tak acuh, jadi barulah pada akhir tahun 2014 ini saya berhasil download album DGNR8 ini. Jadi intinya, saya mendownload album ini karena penasaran dengan musik barunya The Brandals. Dan hasilnya sepadanlah dengan kuota internet yang ikhlas saya korbankan, walaupun kenyataannya belum saya dengar semua lagunya.

2. Vina Panduwinata - Wow! Kring Kring (1989)
Salahkanlah acara Berpacu dalam Melodi dan Oddie Agam, karena berkatnya saya jadi tahu salah satu lagu di album ini yaitu Wow. Karena tertarik dengan lagu ini yang kemudian menghantarkan saya kepada pencarian yang lebih serius menganai seluk beluk album ini, yang pada akhirnya berujung pada kesuksesan terdownloadnya album ini untuk menghuni folder musik di laptop.

3. The Flowers - 17 Tahun Keatas (1997)
Salah satu di album ini yaitu Tolong Bu Dokter mungkin sudah beberapa kali dinyanyikan di acara Berpacu dalam Melodi. Namun bukan karena acara itu saya kenal band ini. Saya sudah tahu band ini jauh sebelum itu karena single andalan di album ini sudah ada memang di laptopku. Tapi lagi-lagi Berpacu dalam Melodi kemudian menyadarkan saya bahwa mendengarkan lagu dalam 1 albumnya menjadi penting.

4. VA - Fariz RM & Dian PP In Collaboration With (2014)
Dua nama ini memang tidak perlu dipertanyakan lagi. Dan berhubung saya lumayan suka mendengarkan lagu-lagu lama yang dinterpretasikan kembali oleh penyanyi zaman sekarang, maka mengkoleksi album ini agaknya menjadi sebuah keharusan. Apalagi ditambah dengan ada suara Isyana Sarasvati dalam album ini. Sungguh ter-laa-lu bila tak mengoleksinya.

Nona Isyana


5. Eka Sapta -  The Best of Romantic Keronchong (1972)
Saya tahu Eka Sapta karena iseng-iseng googling tentang Benny Mustapha. Saya tahu Benny Mustapha karena album Djanger Bali dari Tony Scott And The Indonesian Allstars yang ada di laptop. Dan pada akhirnya pencarian saya bermuara pada band ini. Personil band ini memang bukan main. Nama Bing Slamet, Idris Sardi dan Ireng Maulana tidak perlu lagi diragukan kapasitas dan kualitasnya. Jadi sesuai protokol yang saya anut, bahwa untuk mengenal seorang musisi atau band, dengarkanlah album The Best-nya, maka mengoleksi album The Best ini menjadi penting dan perlu. Setidaknya bisa dipakai untuk keren-kerenan pengetahuan musik lawas nantinya.

6. Superglad - Berandalan Ibukota (2014)
Superglad memang tidak perlu lagi dipertanyakan siapa mereka. Apalagi vokalisnya sempat jadi Host Radio Show di TvOne. Album ini bagi saya menjadi penting untuk didengarkan karena adanya kolaborasi dengan musisi-musisi lain di sebagian besar lagunya. Dan saya rasa ini salah satu strategi yang jitu. Fans Padi (yang fans berat mungkin yah) kemungkinan besar akan coba mendengar lagu Anugrah & Petaka. Sementara fans The S.I.G.I.T kemungkinan besar akan pula menyukai lagu Berandalan Ibukota. Kau tahu kenapa? Cobalah cari sendiri.

7. Barong's Band - Kawin Lari (1976)
Saya termasuk orang yang terlambat tahu kompleksitas dunia musik. Sewaktu SD sampai SMA, saya tahunya cuma Dewa 19, Sheila on 7 dan Jamrud. Tahu dalam hal ini maksudnya adalah tahu seluk beluk bandnya. Maka apabila kemudian saat ini saya mencari-cari band-band Indonesia lawas itu tidak lain sebagai kompensasi atas penyesalan terhadap minimnya pengetahuan musikku di masa lalu. Mungkin semua sudah tahu siapa Eros Djarot berikut keberhasilannya di album Badai Pasti berlalu. Tapi untuk band-nya sendiri mungkin banyak yang belum tahu. Oleh karena hal itu, saya kemudian merasa wajib mempunyai album ini. Tentunya dari hasil downloadan.

8. Yura Yunita - Yura (2014)
Sejak dengar lagu Cinta dan Rahasia di radio dan menonton klip Balada Sirkus di Youtube, sejak itu pula saya berfirasat bahwa album dari penyanyi jebolan The Voice Indonesia ini pasti akan keren dan wajib dikoleksi. Dan rupanya firasat itu tidak salah, setidaknya Majalah Rolling Stones Indonesia pun mengamini intuisiku ini dan akhirnya menobatkannya sebagai salah satu album terbaik tahun 2014. 

9. Marsh Kids - The Many Failings of Bugsy Moonblood (2014)
Marsh Kids bagi saya adalah titik. Tidak ada lagi koma yang bertele-tele menjabarkan kenapa album perdana band satu ini harus dikoleksi. Kalau kau fans Sore, wajib dengar album ini. Itu saja.

10. Pink Floyd - The Dark Side of the Moon (1973)
Tahun 2014 merupakan tahun progressive rock bagi saya. Dimana di tahun ini saya mencoba mendengarkan Genesis, YES dan band ini, Pink Floyd. Mungkin bagi orang hal ini sudah terlambat (kemane aje loo?). Tapi begitulah, mau diapa. Faktornya ya karena mencoba menyukai progresif rock tidak semudah menyukai lagu pop. Karena kebuntuan itu pulalah, sampai-sampai saya harus baca artikel How to Enjoy Progressive Rock di WikiHow. Oleh karena itu, album ini saya koleksi karena pertimbangan pengenalan awal terhadap musik Progresif Rock. Lumayanlah.

11. Noel Gallagher's High Flying Birds - Songs From The Great White North (2012)
Saya lumayan menyesal kenapa baru sekarang tahu ada album ini. Lumayan kecele lah karena sejak mendengarkan album pertama, saya sudah suka sekali dengan proyek solo Noel Gallagher ini. Maka dari itu, pas tahu ternyata ada EP ini, tanpa ba-bi-bu langsung saya download.

12. Sheila on 7 - Musim Yang Baik (2014)
Sebagai Sheilagank baik itu asli atau KW atau bahkan yang KW ngaku-ngaku (KW3), memiliki album ini hukumnya wajib ain. Tidak boleh tidak. Meski bagi saya, Sheila on 7 sudah khatam di album Pejantan Tangguh dan setelah itu semakin menurun tingkat ke-evergreen-an lagu-lagunya. Tapi menimbang bahwa band ini sudah saya kenal sejak SD, maka melewatkan albumnya walaupun satu termasuk sebuah kesalahan besar. Demikianlah.

13. Dr and The Professor (2014)
Album solo Tompi saja sudah saya buru, apalagi kali ini ada Tompi+Tjut Nyak Deviana. Bukan download, tapi langsung saya beli CD.nya!. Bukan main. Berhubung saya termasuk orang yang tidak (mau) pernah beli CD musik sebelumnya, maka memiliki CD original dari proyek kolaborasi dua musisi hebat ini terasa begitu istimewa. Dan memang tidak ada yang perlu dikecewakan dari lagu-lagu didalamnya. Luar biasa.

Demikianlah 13 album yang saya punya di tahun 2014 ini. Sebenarnya masih banyak album-album lainnya. Tapi saya capek. Menulis 13 ini saja sudah bikin lapar. Jadi saya cukupkan sekian. Terimakasih banyak kepada musisi-musisi yang telah menghasilkan album terbaik di atas. Tabik.

No comments:

Post a Comment