Memperingati Hari-hari Non-Mainstream

  • 0
Hari ini adalah Hari Tata Ruang Nasional. Setidaknya begitu menurut Wikipedia. Seperti biasa, hari-hari peringatan semacam ini dianggap sebagai angin lalu (tssah.. angin lalu). Jangankan hari non-mainstream begini. Hari-hari besar mainstream semacam Sumpah Pemuda saja sudah tidak dipedulikan. Yang tahu palingan cuma segelintir orang, hanya orang-orang yang kepo.

Kita memang sedang dininabobokan oleh ketidakpedulian. Semacam amnesia kebangsaan. Aliran deras mazhab individualisme benar-benar menggerogoti sekujur otak kita. Antroposentris? Hiper-konsumtif? Belanja terus sampai mati?

Adalah sewajarnya kita jangan sampai lupa diri dengan urusan sekitar kita. Manusia adalah mikro kosmos dari semesta, merupakan bagian integral dari jagad ekosistem. Segala perilaku dan aktivitas kita memberi efek timbal balik kepada lingkungan, hubungan sebab-akibat. Sisa dipilih mau baik atau buruk.

Jadi hal yang paling fundamental yang ingin dicapai dari setiap hari peringatan adalah tumbuhnya kesadaran sekaligus kegelisahan. Yang kemudian mengalami proses dialektika yang berujung pada sintesa kepedulian. Kita tidak mau kan, jadi generasi pemutus mata rantai sejarah bangsa.

No comments:

Post a Comment